Rabu, 13 Oktober 2010

Kenapa Harus Mendukung Salah Satu??? (menyorot konflik antar-agama di Indonesia)

Suatu ketika, seorang malaikat bersama Tuhan pergi melihat sebuah pertandingan sepak bola. Pertandingan tersebut dimainkan oleh kesebelasan Islam dan kesebelasan Nasrani. Banyak yang ingin melihat pertandingan tersebut dan ingin mengetahui siapa yang memenangkan pertandingan di antara kedua tim.

Sepuluh menit berlangsung dan kesebelasan Nasrani berhasil membobol gawang kesebelasan Islam, Tuhan pun memberikan sorakan kegembiraan untuk gol tersebut. Kesebelasan Nasrani pun mencetak angka dan untuk sementara memimpin point satu angka.

Tidak lama kemudian, kesebelasan Islam berhasil memasukan bola ke gawang lawan dan menambahkan satu point bagi kesebelasan itu. Tuhan pun bersorak gembira untuk gol yang diciptakan tersebut.

Pertandingan masih terus berlanjut. Dan setiap kesebelasan Nasrani memasukan bola, Tuhan bersorak gembira. Begitu pula saat kesebelasan Islam memasukkan bola, Tuhan juga bersorak dengan gembira. Sang malaikat yang melihat hal tersebut sangat heran. Bila biasanya seseorang akan bersorak untuk salah satu kesebelasan, Tuhan justru bersorak untuk setiap gol dari kesebelasan manapun.

Setelah selama 90 menit berlangsung akhirnya pertandingan berakhir seri. Tuhan dan malaikat itu pun kembali pulang. Saat di perjalanan pulang, sang malaikat lalu bertanya kepada Tuhan.

"Tuhan, ketika pertandingan berlangsung, aku lihat Anda bersorak di setiap ada gol yang diciptakan. Bukankah biasanya bila kita menonton pertandingan bola kita selalu memilih siapa yang seharusnya memenangkan pertandingan?"

Dengan sangat tenang Tuhan menjawab, "Aku mendukung keduanya. Karena aku menyukai keduanya. Apakah itu salah?"

Malaikat itu pun bertanya kembali, "Tetapi Tuhan, bukankah pertandingan itu diciptakan agar ada yang memenangkan pertandingan dan akan ada pihak yang bersorak untuk kemenangan tersebut?"

Tuhan pun kembali menjawab, "Aku pun tidak mengerti mengapa mereka menciptakan pertandingan tersebut. Aku tidak menyuruh mereka bertanding."

Rabu, 06 Oktober 2010

Negara Terkuat di Dunia

Suatu ketika, ketika Tuhan telah menciptakan dunia, seorang malaikat melihat permukaan dunia itu dan dia sangat terpesona dengan permukaan yang dibentuk. Malaikat itu pun berbicara Tuhan.

"Tuhan, daratan yang berada di utara itu apa?"

Dan Tuhan pun menjawab, "Oh, daratan itu disebut dengan Skandinavia. Aku menciptakan orang-orang yang berotak cerdas di daratan ini, namun di daerah ini Aku menciptakan cuaca yang yang tidak bersahabat, cuaca yang begitu dingin di sepanjang tahun, dan sinar matahari yang tidak teratur."

Dan malaikat melihat ke arah selatan, "Lalu daratan yang lebih luas di itu apa?"

Tuhan kemudian menjawab, "Oh, daratan itu dapat kausebut Eropa Selatan. Orang-orang yang Kuciptakan tidaklah terlalu pintar, namun cuaca di daerah ini lebih hangat. Orang-orang banyak berdatangan ke daerah ini untuk mencari kedamaian. Tak sedikit pula yang akan memilih daerah ini sebagai tempat yang penuh cinta.

Sang malaikat kemudian memutari bola dunia itu melihat daerah lain, "Lalu Tuhan, pulau-pulau yang berada di timur itu apa?"

Dan Tuhan menjawab, "Daerah itu diberi nama Jepang. Di pulau ini, kau akan menemukan orang-orang yang selalu bekerja keras dan sangat menghormati orang lain. Kau juga akan menemukan orang-orang yang sangat mencintai dunia kerja, bahkan di setiap kesempatan selalu memanfaatkan hidupnya untuk bekerja. Namun, orang-orang itu telah Kutempatkan di atas pulau yang tadi kaulihat, pulau-pulau yang sangat rentan, daerah yang berbahaya dan selalu siap luluh lantak bagi penduduknya."

Malaikat pun melihat suatu daerah yang penuh dengan padang gurun dan savannah, malaikat itu tertarik dengan warnanya yang berbeda dari daerah-daerah yang dilihatnya. "Lalu Tuhan, daerah apa ini?"

Dan Tuhan menjawab, "Daerah yang luas itu bernama Afrika, di sini Aku menciptakan orang-orang yang kuat. Kau akan melihatnya mampu berlari bepuluh bahkan beratus mil melewati daerah ini. Aku juga menciptakan warna-warna yang berani sehingga akan terlihat begitu energik ketika orang-orang mendatangi daerah ini. Namun, orang-orang kuat ini akan berhadapan dengan berbagai hal. Akan ada banyak penyakit mematikan dan kekeringan yang membuat mereka tidak lagi terlihat kuat. Beberapa mungkin harus berjuang dengan keluar dari daratan tersebut.

Malaikat melihat bahwa Tuhan begitu adil, di mana Tuhan menciptakan hal yang baik di dunia, ia juga akan menciptakan hal yang buruk untuk mengimbanginya. Namun, sang malaikat tertarik dengan gugusan ribuan pulau yang berada di antara dua daratan luas dan dua lautan luas. Gugusan pulau itu terlihat begitu hijau dan subur. Malaikat itu kembali bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, daerah itu begitu indah, aku tidak mampu mengalihkan pandanganku daripadanya. Daerah apakah itu, Tuhan?"

Dan Tuhan pun menjawab, "Oh, itu adalah daerah yang memang telah kupersiapkan. Di sini kau akan menemukan berbagai tumbuhan yang tumbuh subur, beragam pula hewan yang hidup di dalamnya. Cuacanya pun sangat bersahabat, matahari bersinar hangat sepanjang tahun sehingga panen dapat berlangsung setiap saat. Aku pun menciptakan orang-orang yang terbaik di daerah ini, orang-orang yang paling ramah di dunia, budaya yang membentuk mereka pun begitu beragam. Mereka adalah orang-orang yang mampu bersaing di dunia internasional. Daerah ini adalah daerah terindah, dan orang-orangnya juga merupakan orang-orang terkuat di seluruh dunia. Sebutlah daerah ini dengan nama Indonesia.

Malaikat kembali berpikir, daerah ini diciptakan begitu sempurna, "Tuhan, Engkau menciptakan setiap daerah dengan kebaikan serta keburukan. Namun di daerah ini yang kauciptakan hanyalah kebaikan, tidak ada hal yang buruk di daerah ini. Lantas, hal buruk apa yang telah Engkau ciptakan untuk daerah tersebut?"

Tuhan pun menunjukkan sesuatu kepada sang malaikat, "Tunggu sampai kau tahu apa yang Kulakukan kepada orang-orang yang memimpinnya."

NB: Indonesia, bangkitlah! Saatnya dunia tahu bahwa kau adalah negara terkuat di dunia!

\ (^o^) /

10 Tahun...............Past, Present, Future

Andaikata aku bertemu dengan 2 wajah.....

Wajah yang satu adalah diriku sepuluh tahun yang lalu
Dan wajah yang lain adalah diriku sepuluh tahun mendatang

Apa yang akan kupikirkan???

Ketika kulihat diriku sepuluh tahun yang lalu... Apakah aku melihat wajah yang telah diajari apa itu hidup? Itukah wajah yang selalu dirundung renda-renda kesedihan? Atau itukah wajah yang selalu tenggelam dalam riak-riak kegembiraan? Tahukan wajah itu apa itu cinta, pengorbanan, dan persahabatan? Ataukah hanya kekerasan, kemunafikan, dan keserakahan? Masih penuh tanyakah wajah ini? Atau ia telah puas dengan segala hal yang membuatnya jadi seperti ini? Apa ia sudah tahu apa itu narkoba, seksualitas, dan pembantaian?

Kemudian kulihat diriku sepuluh tahun yang akan datang... Apakah wajah ini menggambarkan suatu kebijaksanaan? Berapa banyak garam yang telah ditelannya untuk sebuah pencapaian makna hidup? Hidup apa yang dipilihnya, berkeluarga, atau membiara? Berapa banyak orang yang telah mengenalnya? Berapa banyak orang yang mencintainya? Berapa banyak orang yang membencinya? Berapa banyak orang yang telah terselamatkan karenanya? Dan berapa banyak pula orang yang telah mati karenanya? Apa dia masih patut hidup? Atau sebaiknya mati saja?

Apakah semua itu ada artinya?

Waktu telah memisahkan jarak kami bertiga....

Apakah kami orang yang memang berbeda?

Tapi kami lahir dari harim yang sama, hidup dengan jiwa yang sama, dan berkalang tanah di tempat yang kan sama pula.

Tapi aku memang merasakan perbedaan dari kami bertiga.........
Tapi mereka adalah aku....
Maka itulah.....

Tidak pernah ada manusia yang dengan lihai menilai setiap titik perbuatannya.....
karena ia tak pernah melihat dirinya secara nyata......

Hanya ia yang mampu melihat ke dalam lembaran pikiran dan lubuk hati nurani
yang mampu melakukannya.....

Sabtu, 18 September 2010

Rumus Kehidupan A'la Papan Catur

Hidup manusia seperti papan catur,

Adakalanya ia menjadi kuda, ia bisa berjalan melewati setiap hitam dan putihnya dunia, namun ia hanya dapat memandangnya dalam pola L.

Adakalanya ia menjadi pion, ia dapat berubah menjadi apa saja ketika sampai di ujung perjalanan. Namun ia hanya bisa bergerak maju selangkah demi selangkah, tak pernah bisa melihat ke belakang, saat ada orang lain menghalangi jalannya, ia tak dapat berjalan lagi.

Adakalanya ia menjadi menteri, ia bisa berjalan sejauh apa yang ia inginkan, tapi jalannya tak pernah diwarnai lika-liku dunia, bila ia berada di jalur putih, selamanya ia berada di jalur putih, bila ia berada di jalur hitam, selamanya ia berada di jalur hitam.

Adakalanya ia menjadi benteng, ia dapat berjalan jauh ke depan, melewati setiap hitamputihnya dunia. Namun hidupnya selalu tergantung pada apa yang memberikan jalan baginya.

Adakalanya ia menjadi Sang Raja, yang berkuasa, yang dilindungi berbagai pihak yang selalu setia menolongnya. Namun, ia tak pernah bisa melangkah sejauh mungkin, langkahnya hanya terhenti pada satu hidup. Pada akhirnya ia akan terkepung oleh kejahatannya sendiri karena telah mengorbankan orang-orang yang melindunginya.

Dan adakalanya ia menjdai patih kerajaan, ia tidak dapat bergerak L, namun ia tidak pernah mempermasalahkan kekurangannya. Setiap kelebihannya ia gunakan untuk melindungi. Ia mampu beradaptasi dengan berbagai lapisan yang ada. Walaupun pada akhirnya ia harus terbunuh karena kelalaian Sang Raja.



Manakah yang akan kaupilih?????????

Jumat, 17 September 2010

Bumi sama Kamu tuh Akur nggak sih?????

Seumpama saja sebuah komputer...
Kadang kita berpikir, komputer dapat terus bekerja dalam segala hal
Namun pada kenyataannya, dgn RAM setinggi apapun sebuah komputer pun akan memiliki sebuah titik klimaks kemampuan untuk menampung semua data yang ada
dan apabila itu terus dipaksakan, hasilnya komputer itu akan hang dan tidak bisa beroperasi

Lalu, bagaimana dengan bumi????

6 miliar lebih manusia ditampung di atas planet ketiga dari tata surya ini. dan pada kenyataannya bahwa manusia akan terus bertambah. Dan pada saatnya nanti bumi juga akan tidak mampu menampung jumlah manusia yang terlampau banyak.
Di sisi lain, jumlah kebutuhan pangan yang bertambah secara aritmatik sudah memperlihatkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan manusia yang bertambah secara geometri.
(makanan = 1,2,3,4,... manusia=1,2,4,8,16,...)

Pembabatan dan pemangkasan hutan juga telah menyita kebutuhan pasokan oksigen juga mulai memunculkan efek-efek negatif mengenai pemanasan global dan pengrusakan lapisan ozon




Lalu apa yang akan terjadi jika hal ini dibiarkan??

Bumi yang semakin penuh sesak akan menyebabkan manusia memunculkan "ide-ide" untuk melakukan ekspansi ke bulan dan planet Mars
Lalu penciptaan transportasi antar planet yang akan mengganggu kestabilan lapisan atmosfer
Mutasi terjadi dimana-mana
Dan daerah penghasil pangan diubah menjadi sarana umum serta perumahan2 pencakar langit

Kebutuhan air minum meningkat sangat tinggi menurunkan kualitas air yang memang akan banyak tercemar
Dan makanan, habisnya pasokan makanan akan memaksa manusia mensintesis bahan karbon lain untuk jadi makanan
Dan yang sulit untuk dibayangkan, untuk mengurangi kepadatan jumlah organik manusia yang telah meninggal, maka tubuh manusia yang telah meninggal akan didaur ulang dan dijadikan bahan makanan

Langit-langit orbit telah dipenuhi logam-logam bekas satelit yang telah tidak berfungsi

Banyak hewan yang akan mengalami fase kanibal dan air laut mencapai keasaman yang tidak dapat dibayangkan

Lalu kenaikan air laut......Coba banyangkan, pada saat berakhirnya Zaman Es kenaikan gas CO2 hanya sekitar 80-100 ppm dan telah menenggelamkan dengan ketinggian 100-200 m wilayah daratan yang saat ini berada di bawah permukaan laut. Sedangkan setelah Revolusi Industri, kenaikan gas CO2 mencapai 500 ppm dan akan diperkirakan terus naik mencapai 800 ppm, dan bayangkan kenaikan permukaan air laut yang akan ditimbulkan.

Belum lagi jika dilakukan perubahan gravitasi pada bulan yang memang belum pernah digunakan untuk tempat bermukim manusia, kalau peredaran bulan saja menumbulkan pasang surut air laut, bagaimana dengan perubahan dan kehancurannya????
Bisa-bisa tidak hanya air laur yang mengalami perubahan, tetapi lava yang tersimpan jauh di dalam bumi akan menyembul ke daerah-daeran yang bukan merupakan jalur gunung berapi





Semua itu sebenarnya hanya dikarenakan kita terlalu menyepelekan peraturan2 berukusan mikro yang bersifat makro

Coba sekarang, mengapa harus ada banyak lampu yang kamu nyalakan pada malam hari bila akhirnya cucu2mu kesulitan mencari energi untuk menyalakannya???

Lalu mengapa kamu sering mandi sauna atau bath tub untuk merawat "kecantikan dan kemulusan" kulitmu itu bila akhirnya cucu2mu mengalami dehidrasi dan kerusakan tubuh bagian dalam saat usianya masih balita nanti???

Dan berapa banyak sampah bungkus KFC dan Coca-Cola yang telah kamu buang ke selokan pinggir jalan yang akhirnya akan menyebabkan anak-anak cucumu bermain-main di sungai yang telah terkontaminasi zat radioaktif???

Juga seberapa sering kamu bergaya dengan motor dan mobil pembelian ayahmu hanya untuk memamerkan kekayaanmu di depan pacarmu yang supermolek seperti model, kalau pada akhirnya nanti banyak wanita 4-5 generasi setelahmu yang rela mengalami kerusakan tubuh dan wajah karena berusaha keras mencari pasokan bahan bakar yang baru???



Yaaaach......itu semua cuma kita yang bisa menjawab........

There will be if You Believe

Atas permintaaannya sendiri, setiap pagi seorang anak yang berumur 3 tahun dipakaikan handuk oleh ibunya di punggung menutupi kausnya yang berukuran nomor 2. Dalam pikirannya yang imajinatif, handuk itu lantas menjadi jubah ajaib Superman berwarna biru dan merah.

Dalam balutan 'jubah' itu, hari-harinya dipenuhi oleh petualangan dan berbagai kejadian menegangkan. Ia menjadi Superman.

Kebiasaan ini sudah begitu melekat padanya dan jadi semakin nyata pada suatu musim gugur, ketika ibunya mendaftarkan anak itu masuk sekolah taman kanak-kanak. Ketika diwawancara, seorang guru menanyakan namanya.

"Superman!" sahutnya dengan sopan dan lancar.

Sang guru tersenyum maklum sambil melirik ibunya, dan bertanya lagi,
"Nama aslimu?"

Lagi-lagi ia menjawab, "Superman!"

Menyadari bahwa situasi ini perlu ditangani secara lebih tegas, atau mungkin sekedar untuk menyembunyikan rasa gelinya, sang guru memejamkan mata sejenak, lalu dengan suara sangat tegas ia berkata.

"Aku perlu tahu nama aslimu untuk dicatat!"

Menyadari bahwa ia mesti jujur pada gurunya, anak itu melayangkan pandang di ruangan itu, lalu mencondongkan tubuh lebih dekat, dan sambil menepuk sudut handuk lusuh di bahunya, ia menjawab dengan suara berbisik penuh rahasia.

"Clark Kent"



(Walau itu sederhana....tapi bila kau percaya....mimpimu bisa jadi nyata......Siiip....hehehe)

Senin, 13 September 2010

Inilah pesan dari Sang Ilmu

Pada suatu ketika ketika Roma masih berkilaukan emas kota tua, adalah seorang murid bersama gurunya yang bijaksana sedang berjalan-jalan di taman sekolah tempat murid dan pengajar itu saling mengajar dan diajar.

Kemudian, murid itu memalingkan wajah kepada gurunya sambil bertanya, "Guru, mengapa kita harus menuntut ilmu?"

Dengan suara yang menyejukkan sang guru menjawab pertanyaan lugu muridnya itu, "Kau membutuhkan ilmu, dan ilmu membutuhkan dirimu."

"Lalu, bagaimana kita bisa membutuhkan ilmu? Kita masih bisa seperti ini bukan karena kita punya ilmu kan guru?" tanya murid itu.

Sang guru mengajak murid yang haus akan jawaban itu ke sebuah sungai kecil yang mengalir di taman tersebut. Sang murid bertanya-tanya dan merasa heran, apa yang akan dilakukan gurunya. Namun, ia yakin bahwasang guru yang bijaksana tak akan pernah menyesatkan muridnya.

Tiba-tiba, sang guru menceburkan kepala muridnya ke dalam sungai. Untuk beberapa menit, murid itu tidak dapat bernapas. Pertanyaan yang kembali terlintas dalam benak sang murid, apa yang guru inginkan? Mengapa ia ingin membunuhku dengan cara seperti ini? Apa aku salah menanyakan hal semacam itu? Atau ia sedang merasa tidak enak hati sampai tega melakukan hal semacam itu?

Sang guru kembali mengangkat kepala sang murid. Dengan napas yang terengah-engah, murid itu mencoba mengambil napas yang segar, yang untuk beberapa saat tak dapat ia peroleh sebelumnya. Tak berapa lama kemudian, sang guru mengatakan kepada sang murid.

"Bukankah sangat nyaman saat kau memperoleh udara kembali? Jadikanlah ilmu seperti udara yang ingin kau hirup saat kau tenggelam di dalam air."



NB: Kilaunya ilmu lebih berarti dariapada segala macam kilau emas dan harta karun terpendam.........

Hal yang berubah dari Siswa (khususnya SMAku) menjadi Mahasiswa

1. Bangun tidur

Kalau di SMA, selalu ada bel pagi yang membangunkan, atau mungkin pamong graha yang selalu membangunkan yang masih belum bangun. Setelah jadi mahasiswa, bangun nggak bangun jadi tanggungan sendiri. Kalau nggak pinter-pinter menset alarm atau nggak membiasakan diri bangun pagi bisa-bisa bangun terlambat, padahal untuk tahun pertama biasanya dapat jam pertama alias jam 7 pagi.

2. Bayar keperluan tempat tinggal

Kalau di SMA, segala kebutuhan bayar sudah menjadi satu dalam SPP, kurang uang tinggal telpon mami-papi. Tapi saat menjadi mahasiswa, terutama yang tinggal di rumah kontrakan dan kost, sudah harus mulai memperhatikan pembayaran listrik, kontrakan, air, dan sebagainya. Uang sudah mulai digunakan untuk keperluan macam-macam.

3. Jam belajar

Kalau di SMA, ada jam khusus yang diberikan, mulai dari jam 19.00 - 21.00 untuk belajar mandiri secara efektif. Saat di universitas, waktu belajar itu harus ditemukan sendiri, mungkin bisa waktu siang antar mata kuliah atau malam sampai pukul 23.00. Pokoknya segala waktu luang yang bisa dipikirkan hanya untuk belajar.

4. Jumlah mata pelajaran (mata kuliah)

Di SMA, kita bisa mempelajari bahkan sampai dengan 14 mata pelajaran seminggu. Saat kuliah, jumlah mata kuliahnya jauh lebih sedikit, bisa hanya 6 mata dan catatannya pun kadang bisa disatukan dalam satu binder. Tapi sedikitnya mata kuliah bukan jaminan waktu makin longgar. 1 jam pelajaran di universitas itu benar-benar bermakna "1 JAM a.k.a 60 menit", dan setiap 1 jam tatap muka dengan dosen harus diimbangi dengan 1 jam tugas/praktium dan minimal 1 jam belajar mandiri. Jadi, bila dalam seminggu ada 17 jam tatap muka, total belajar kita akan jadi minimal 51 jam per minggu.

5. Nilai dan praktikum

Nilai yang diberikan dengan rentang huruf (A sampai E dan T). Kalau di SMA, nilai 95 terlihat lebih baik dari nilai 81, tapi di universitas, keduanya bisa memiliki nilai A, dan biasanya satu dosen dengan yang lain batas nilainya berbeda. Untuk praktikum, penilaiannya lebih ketat. Terlambat 1-20 menit dapat mengurangi nilai 20%-50%, dan tidak ada "belas kasihan" untuk tindakan-tindakan menyimpang dalam praktikum, termasuk bila kita lupa mengerjakan tugas pendahuluan sebelum praktikum dimulai atau sikap plagiarisme teman sefakultas.

6. Untuk makan

Di SMA, makan selalu disediakan dan teratur waktunya. Saat kuliah, waktu makan harus diatur sendiri, tidak lupa menggunakan uang secara bijaksana dan memilih tempat makan yang ideal (bersih dan sehat). Sudah sering terjadi mahasiswa yang mengalami maag kronis, tifus, atau paratifus karena kurang memperhatikan hal tersebut.

7. Waktu tidur

Waktu tidur saat kuliah tidak selama di SMA. Kalau di SMA disarankan tidur sekitar pukul 22.00. Kalau saat kuliah tidur bisa hanya 3-4 jam sehari, terutama bagi yang memiliki tugas-tugas membangun proyek sederhana.Tempat untuk tidur pun tidak selalu nyaman.

8. Waktu luang

Kalau di SMA, waktu luang masih bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti olahraga, ekskul, bermain, bahkan kegiatan-kegiatan yang "aneh bin ajaib" pun bisa dilakukan, toh masih bisa belajar nanti-nanti. Tapi di kuliah, setiap seperseribu detik sangat berarti. Kalau dihitung-hitung selama seminggu, waktu luang seorang mahasiswa hanya sekitar 16 jam waktu longgar (alias 2 jam-an per hari), itu pun tanpa kegiatan ekskul. Kalau ditambah kegiatan ekskul plus KM (semacam OSIS-PKnya mahasiswa), bisa aja waktu luang hanya 2 JAM SEMINGGU. Nah lho!

9. Jadwal pelajaran dan kegiatan

Di SMA, setiap kelas jadwal pelajarannya pasti sama dan selalu seruangan. Tapi kalau kuliah, setiap mahasiswa jadwalnya bisa beda (kayak sistem sekolah di Amrik gituu...). Dalam satu kelas, bisa ada mahasiswa yang datang dari berbagai dosen wali. Pembagian ruangannya pun bisa beda-beda. Itu juga terjadi pada waktu praktikum, setiap mahasiswa waktu praktikumnya berbeda-beda. Kalau belum terbiasa, bisa saja kita salah masuk ruangan dan biasanya selalu dibarengi dengan tawa anak-anak di dalamnya.

10. Penyebaran Informasi

Kalau di SMA, penyebaran informasi tinggal pake "Ting...Tong...Ting...Tung...!!! Perhatian...." Tapi nggak setiap universitas menggunakan hal tersebut. Pengumuman nggak dateng sendiri, biasanya hanya berupa selebaran yg dirantingkan di dalam kelas, atau ditempel di papan pengumuman. Selain itu, pengumuman biasanya menggunakan JarKom (Jaringan Komunikasi - sistem berantai lewat teknologi) via email dan HP. Oleh sebab itu, bagi yang memiliki kegiatan dan banyak jalur koneksi selalu diharapkan mengaktifkan HP dan "AKTIF MENCARI TAHU" mencari informasi terkini. Ini juga berlaku untuk info beasiswa dan kumpul-kumpul biasanya.

11. Berpikir masa depan

Kalau di SMA, banyak yang mengira kalau masa depan itu dapat diraih dengan mudah (walaupun pada kenyataannya nggak seperti itu juga). Semua mengira kalau nggak berusaha dari sekarang nanti juga pasti ada bantuan datang.....Helllowww!!! Di universitas nggak selalu seperti itu. Kalau tidak dipersiapkan dari sekarang kita belum tentu dapat meraih yang diinginkan. Di universitas, "DROP OUT ITU NYATA" dan tidak lagi mengenal kata KORSA untuk sekedar meluluskan anak didiknya, dan universitas nggak akan turun pamornya hanya karena ada yang tidak lulus di sana. So, semua harus dipersiapkan sedini mungkin atau akan menyesal di akhir cerita.

12. Individualisme

Tidak seperti di SMA, yang diajarkan tentang rasa setia kawan dan moral, bahkan oleh gurunya, di universitas semuanya sudah dianggap dewasa. Jadi, semakin banyak mahasiswa cerdas di tempat itu, semakin tinggi tingkat individualismenya. Dan karena sudah dianggap dewasa, dosen sudah tidak terlalu mempermasalahkan hal-hal mengenai masalah belajar mahasiswa secara individualis, yang penting materi tersampaikan dan kita mau menangkap atau tidak tinggal usaha kita sendiri. Oleh sebab itu, jangan malu bertanya, pahami diri sendiri....AKTIF MENCARI TAHU....jangan PASIF.....itu yang terpenting.

13. Nilai

Untuk pemberian nilai, sudah tidak lagi mengenal kata KATROL, NEPOTISME, KASIHAN, dsb. Nilai itu benar-benar hitam di atas putih. Kalo yang merasa jabatannya tinggi di universitas jangan harap nilai itu akan didongkrak dengan kepopularitasan kita, yang ada kita malah dicabut dari jabatan tersebut dan diganti oleh orang yang lebih konsukuen buat melaksanakan hal tersebut.

14. Primordialisme dan Eksklusivitas

Dua hal ini sepertinya sering mewarnai kehidupan SMA yang hasilnya adalah popularitas yang akan melejit di mata para petinggi. Hmm....tapi nanti calon-calon mahasiswa yang masih mempertahankan adat ini akan berhasil menjadi seseorang yang ANGKUH dan KUPER. Bagaimana tidak, bagi kita yang merasa eksklusif pasti menganggap orang lain lebih jelek, so kita juga gak bakal dapat info serta jaringan yang luas dengan mereka yang berada di luar range kita. Sedangkan bagi mereka yang PREMO, hmm tetap saja akan menjurus ke arah eksklusivitas. Boleh berkumpul dengan yang sudah pernah sejawat, tapi adakalanya kita dituntut untuk mencari teman dan kerabat dari berbagai lapisan, agar nantinya kita juga menjadi seseorang yang lebih mementingkan kepentingan umum ketimbang golongan. Ingat, primodialisme dan eksklusivitas erat hubungannya dengan NEPOTISME lho!

Nah, dari hal-hal tadi, ternyata banyak kan kesulitan saat mulai menjadi seorang mahasiswa. Kalau kalian beranggapan "Ahh...tidak sesulit yang di akademi....." OK, aku hargai pendapat itu. Tapi kalau menurutku, kesemuannya memiliki porsi kesulitan masing-masing yang tingkatnya relatif sama. Yang penting, setelah lulus nanti, calon-calon penerus masa depan bangsa harus tetap survive dan semangat menghadapi tantangan di depan.