Jumat, 17 September 2010

Bumi sama Kamu tuh Akur nggak sih?????

Seumpama saja sebuah komputer...
Kadang kita berpikir, komputer dapat terus bekerja dalam segala hal
Namun pada kenyataannya, dgn RAM setinggi apapun sebuah komputer pun akan memiliki sebuah titik klimaks kemampuan untuk menampung semua data yang ada
dan apabila itu terus dipaksakan, hasilnya komputer itu akan hang dan tidak bisa beroperasi

Lalu, bagaimana dengan bumi????

6 miliar lebih manusia ditampung di atas planet ketiga dari tata surya ini. dan pada kenyataannya bahwa manusia akan terus bertambah. Dan pada saatnya nanti bumi juga akan tidak mampu menampung jumlah manusia yang terlampau banyak.
Di sisi lain, jumlah kebutuhan pangan yang bertambah secara aritmatik sudah memperlihatkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan manusia yang bertambah secara geometri.
(makanan = 1,2,3,4,... manusia=1,2,4,8,16,...)

Pembabatan dan pemangkasan hutan juga telah menyita kebutuhan pasokan oksigen juga mulai memunculkan efek-efek negatif mengenai pemanasan global dan pengrusakan lapisan ozon




Lalu apa yang akan terjadi jika hal ini dibiarkan??

Bumi yang semakin penuh sesak akan menyebabkan manusia memunculkan "ide-ide" untuk melakukan ekspansi ke bulan dan planet Mars
Lalu penciptaan transportasi antar planet yang akan mengganggu kestabilan lapisan atmosfer
Mutasi terjadi dimana-mana
Dan daerah penghasil pangan diubah menjadi sarana umum serta perumahan2 pencakar langit

Kebutuhan air minum meningkat sangat tinggi menurunkan kualitas air yang memang akan banyak tercemar
Dan makanan, habisnya pasokan makanan akan memaksa manusia mensintesis bahan karbon lain untuk jadi makanan
Dan yang sulit untuk dibayangkan, untuk mengurangi kepadatan jumlah organik manusia yang telah meninggal, maka tubuh manusia yang telah meninggal akan didaur ulang dan dijadikan bahan makanan

Langit-langit orbit telah dipenuhi logam-logam bekas satelit yang telah tidak berfungsi

Banyak hewan yang akan mengalami fase kanibal dan air laut mencapai keasaman yang tidak dapat dibayangkan

Lalu kenaikan air laut......Coba banyangkan, pada saat berakhirnya Zaman Es kenaikan gas CO2 hanya sekitar 80-100 ppm dan telah menenggelamkan dengan ketinggian 100-200 m wilayah daratan yang saat ini berada di bawah permukaan laut. Sedangkan setelah Revolusi Industri, kenaikan gas CO2 mencapai 500 ppm dan akan diperkirakan terus naik mencapai 800 ppm, dan bayangkan kenaikan permukaan air laut yang akan ditimbulkan.

Belum lagi jika dilakukan perubahan gravitasi pada bulan yang memang belum pernah digunakan untuk tempat bermukim manusia, kalau peredaran bulan saja menumbulkan pasang surut air laut, bagaimana dengan perubahan dan kehancurannya????
Bisa-bisa tidak hanya air laur yang mengalami perubahan, tetapi lava yang tersimpan jauh di dalam bumi akan menyembul ke daerah-daeran yang bukan merupakan jalur gunung berapi





Semua itu sebenarnya hanya dikarenakan kita terlalu menyepelekan peraturan2 berukusan mikro yang bersifat makro

Coba sekarang, mengapa harus ada banyak lampu yang kamu nyalakan pada malam hari bila akhirnya cucu2mu kesulitan mencari energi untuk menyalakannya???

Lalu mengapa kamu sering mandi sauna atau bath tub untuk merawat "kecantikan dan kemulusan" kulitmu itu bila akhirnya cucu2mu mengalami dehidrasi dan kerusakan tubuh bagian dalam saat usianya masih balita nanti???

Dan berapa banyak sampah bungkus KFC dan Coca-Cola yang telah kamu buang ke selokan pinggir jalan yang akhirnya akan menyebabkan anak-anak cucumu bermain-main di sungai yang telah terkontaminasi zat radioaktif???

Juga seberapa sering kamu bergaya dengan motor dan mobil pembelian ayahmu hanya untuk memamerkan kekayaanmu di depan pacarmu yang supermolek seperti model, kalau pada akhirnya nanti banyak wanita 4-5 generasi setelahmu yang rela mengalami kerusakan tubuh dan wajah karena berusaha keras mencari pasokan bahan bakar yang baru???



Yaaaach......itu semua cuma kita yang bisa menjawab........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar