Atas permintaaannya sendiri, setiap pagi seorang anak yang berumur 3 tahun dipakaikan handuk oleh ibunya di punggung menutupi kausnya yang berukuran nomor 2. Dalam pikirannya yang imajinatif, handuk itu lantas menjadi jubah ajaib Superman berwarna biru dan merah.
Dalam balutan 'jubah' itu, hari-harinya dipenuhi oleh petualangan dan berbagai kejadian menegangkan. Ia menjadi Superman.
Kebiasaan ini sudah begitu melekat padanya dan jadi semakin nyata pada suatu musim gugur, ketika ibunya mendaftarkan anak itu masuk sekolah taman kanak-kanak. Ketika diwawancara, seorang guru menanyakan namanya.
"Superman!" sahutnya dengan sopan dan lancar.
Sang guru tersenyum maklum sambil melirik ibunya, dan bertanya lagi,
"Nama aslimu?"
Lagi-lagi ia menjawab, "Superman!"
Menyadari bahwa situasi ini perlu ditangani secara lebih tegas, atau mungkin sekedar untuk menyembunyikan rasa gelinya, sang guru memejamkan mata sejenak, lalu dengan suara sangat tegas ia berkata.
"Aku perlu tahu nama aslimu untuk dicatat!"
Menyadari bahwa ia mesti jujur pada gurunya, anak itu melayangkan pandang di ruangan itu, lalu mencondongkan tubuh lebih dekat, dan sambil menepuk sudut handuk lusuh di bahunya, ia menjawab dengan suara berbisik penuh rahasia.
"Clark Kent"
(Walau itu sederhana....tapi bila kau percaya....mimpimu bisa jadi nyata......Siiip....hehehe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar