Rabu, 13 Oktober 2010

Kenapa Harus Mendukung Salah Satu??? (menyorot konflik antar-agama di Indonesia)

Suatu ketika, seorang malaikat bersama Tuhan pergi melihat sebuah pertandingan sepak bola. Pertandingan tersebut dimainkan oleh kesebelasan Islam dan kesebelasan Nasrani. Banyak yang ingin melihat pertandingan tersebut dan ingin mengetahui siapa yang memenangkan pertandingan di antara kedua tim.

Sepuluh menit berlangsung dan kesebelasan Nasrani berhasil membobol gawang kesebelasan Islam, Tuhan pun memberikan sorakan kegembiraan untuk gol tersebut. Kesebelasan Nasrani pun mencetak angka dan untuk sementara memimpin point satu angka.

Tidak lama kemudian, kesebelasan Islam berhasil memasukan bola ke gawang lawan dan menambahkan satu point bagi kesebelasan itu. Tuhan pun bersorak gembira untuk gol yang diciptakan tersebut.

Pertandingan masih terus berlanjut. Dan setiap kesebelasan Nasrani memasukan bola, Tuhan bersorak gembira. Begitu pula saat kesebelasan Islam memasukkan bola, Tuhan juga bersorak dengan gembira. Sang malaikat yang melihat hal tersebut sangat heran. Bila biasanya seseorang akan bersorak untuk salah satu kesebelasan, Tuhan justru bersorak untuk setiap gol dari kesebelasan manapun.

Setelah selama 90 menit berlangsung akhirnya pertandingan berakhir seri. Tuhan dan malaikat itu pun kembali pulang. Saat di perjalanan pulang, sang malaikat lalu bertanya kepada Tuhan.

"Tuhan, ketika pertandingan berlangsung, aku lihat Anda bersorak di setiap ada gol yang diciptakan. Bukankah biasanya bila kita menonton pertandingan bola kita selalu memilih siapa yang seharusnya memenangkan pertandingan?"

Dengan sangat tenang Tuhan menjawab, "Aku mendukung keduanya. Karena aku menyukai keduanya. Apakah itu salah?"

Malaikat itu pun bertanya kembali, "Tetapi Tuhan, bukankah pertandingan itu diciptakan agar ada yang memenangkan pertandingan dan akan ada pihak yang bersorak untuk kemenangan tersebut?"

Tuhan pun kembali menjawab, "Aku pun tidak mengerti mengapa mereka menciptakan pertandingan tersebut. Aku tidak menyuruh mereka bertanding."

Rabu, 06 Oktober 2010

Negara Terkuat di Dunia

Suatu ketika, ketika Tuhan telah menciptakan dunia, seorang malaikat melihat permukaan dunia itu dan dia sangat terpesona dengan permukaan yang dibentuk. Malaikat itu pun berbicara Tuhan.

"Tuhan, daratan yang berada di utara itu apa?"

Dan Tuhan pun menjawab, "Oh, daratan itu disebut dengan Skandinavia. Aku menciptakan orang-orang yang berotak cerdas di daratan ini, namun di daerah ini Aku menciptakan cuaca yang yang tidak bersahabat, cuaca yang begitu dingin di sepanjang tahun, dan sinar matahari yang tidak teratur."

Dan malaikat melihat ke arah selatan, "Lalu daratan yang lebih luas di itu apa?"

Tuhan kemudian menjawab, "Oh, daratan itu dapat kausebut Eropa Selatan. Orang-orang yang Kuciptakan tidaklah terlalu pintar, namun cuaca di daerah ini lebih hangat. Orang-orang banyak berdatangan ke daerah ini untuk mencari kedamaian. Tak sedikit pula yang akan memilih daerah ini sebagai tempat yang penuh cinta.

Sang malaikat kemudian memutari bola dunia itu melihat daerah lain, "Lalu Tuhan, pulau-pulau yang berada di timur itu apa?"

Dan Tuhan menjawab, "Daerah itu diberi nama Jepang. Di pulau ini, kau akan menemukan orang-orang yang selalu bekerja keras dan sangat menghormati orang lain. Kau juga akan menemukan orang-orang yang sangat mencintai dunia kerja, bahkan di setiap kesempatan selalu memanfaatkan hidupnya untuk bekerja. Namun, orang-orang itu telah Kutempatkan di atas pulau yang tadi kaulihat, pulau-pulau yang sangat rentan, daerah yang berbahaya dan selalu siap luluh lantak bagi penduduknya."

Malaikat pun melihat suatu daerah yang penuh dengan padang gurun dan savannah, malaikat itu tertarik dengan warnanya yang berbeda dari daerah-daerah yang dilihatnya. "Lalu Tuhan, daerah apa ini?"

Dan Tuhan menjawab, "Daerah yang luas itu bernama Afrika, di sini Aku menciptakan orang-orang yang kuat. Kau akan melihatnya mampu berlari bepuluh bahkan beratus mil melewati daerah ini. Aku juga menciptakan warna-warna yang berani sehingga akan terlihat begitu energik ketika orang-orang mendatangi daerah ini. Namun, orang-orang kuat ini akan berhadapan dengan berbagai hal. Akan ada banyak penyakit mematikan dan kekeringan yang membuat mereka tidak lagi terlihat kuat. Beberapa mungkin harus berjuang dengan keluar dari daratan tersebut.

Malaikat melihat bahwa Tuhan begitu adil, di mana Tuhan menciptakan hal yang baik di dunia, ia juga akan menciptakan hal yang buruk untuk mengimbanginya. Namun, sang malaikat tertarik dengan gugusan ribuan pulau yang berada di antara dua daratan luas dan dua lautan luas. Gugusan pulau itu terlihat begitu hijau dan subur. Malaikat itu kembali bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, daerah itu begitu indah, aku tidak mampu mengalihkan pandanganku daripadanya. Daerah apakah itu, Tuhan?"

Dan Tuhan pun menjawab, "Oh, itu adalah daerah yang memang telah kupersiapkan. Di sini kau akan menemukan berbagai tumbuhan yang tumbuh subur, beragam pula hewan yang hidup di dalamnya. Cuacanya pun sangat bersahabat, matahari bersinar hangat sepanjang tahun sehingga panen dapat berlangsung setiap saat. Aku pun menciptakan orang-orang yang terbaik di daerah ini, orang-orang yang paling ramah di dunia, budaya yang membentuk mereka pun begitu beragam. Mereka adalah orang-orang yang mampu bersaing di dunia internasional. Daerah ini adalah daerah terindah, dan orang-orangnya juga merupakan orang-orang terkuat di seluruh dunia. Sebutlah daerah ini dengan nama Indonesia.

Malaikat kembali berpikir, daerah ini diciptakan begitu sempurna, "Tuhan, Engkau menciptakan setiap daerah dengan kebaikan serta keburukan. Namun di daerah ini yang kauciptakan hanyalah kebaikan, tidak ada hal yang buruk di daerah ini. Lantas, hal buruk apa yang telah Engkau ciptakan untuk daerah tersebut?"

Tuhan pun menunjukkan sesuatu kepada sang malaikat, "Tunggu sampai kau tahu apa yang Kulakukan kepada orang-orang yang memimpinnya."

NB: Indonesia, bangkitlah! Saatnya dunia tahu bahwa kau adalah negara terkuat di dunia!

\ (^o^) /

10 Tahun...............Past, Present, Future

Andaikata aku bertemu dengan 2 wajah.....

Wajah yang satu adalah diriku sepuluh tahun yang lalu
Dan wajah yang lain adalah diriku sepuluh tahun mendatang

Apa yang akan kupikirkan???

Ketika kulihat diriku sepuluh tahun yang lalu... Apakah aku melihat wajah yang telah diajari apa itu hidup? Itukah wajah yang selalu dirundung renda-renda kesedihan? Atau itukah wajah yang selalu tenggelam dalam riak-riak kegembiraan? Tahukan wajah itu apa itu cinta, pengorbanan, dan persahabatan? Ataukah hanya kekerasan, kemunafikan, dan keserakahan? Masih penuh tanyakah wajah ini? Atau ia telah puas dengan segala hal yang membuatnya jadi seperti ini? Apa ia sudah tahu apa itu narkoba, seksualitas, dan pembantaian?

Kemudian kulihat diriku sepuluh tahun yang akan datang... Apakah wajah ini menggambarkan suatu kebijaksanaan? Berapa banyak garam yang telah ditelannya untuk sebuah pencapaian makna hidup? Hidup apa yang dipilihnya, berkeluarga, atau membiara? Berapa banyak orang yang telah mengenalnya? Berapa banyak orang yang mencintainya? Berapa banyak orang yang membencinya? Berapa banyak orang yang telah terselamatkan karenanya? Dan berapa banyak pula orang yang telah mati karenanya? Apa dia masih patut hidup? Atau sebaiknya mati saja?

Apakah semua itu ada artinya?

Waktu telah memisahkan jarak kami bertiga....

Apakah kami orang yang memang berbeda?

Tapi kami lahir dari harim yang sama, hidup dengan jiwa yang sama, dan berkalang tanah di tempat yang kan sama pula.

Tapi aku memang merasakan perbedaan dari kami bertiga.........
Tapi mereka adalah aku....
Maka itulah.....

Tidak pernah ada manusia yang dengan lihai menilai setiap titik perbuatannya.....
karena ia tak pernah melihat dirinya secara nyata......

Hanya ia yang mampu melihat ke dalam lembaran pikiran dan lubuk hati nurani
yang mampu melakukannya.....